Kualitas Udara Memburuk, Bupati Ketapang Minta Dinas Kesehatan Optimalkan Seluruh Fasilitas Pelayanan

Bupati Ketapang memberi keterangan dalam Rapat penetapan status tanggap darurat Karhutla

Ketapang, RADAR TANJUNGPURA – Masalah Kesehatan mulai dirasakan oleh masyarakat Ketapang akibat Kebakaran hutan dan lahan yang semakin parah. Karenanya, Pemerintah Daerah Kabupaten Ketapang memberikan perhatian serius terhadap dampak kesehatan yang ditimbulkan oleh kabut asap.

Dalam keterangan Bupati Ketapang, Alexander Wilyo usai memimpin rapat penetapan status tanggap darurat di ruang Rapat Kantor Bupati pada Rabu 2 September 2026, menyampaikan bahwa kualitas udara di Kabupaten Ketapang telah mencapai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) sekitar 300 yang masuk kategori sangat tidak sehat.

“Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang mencatat sebanyak 803 kasus ISPA yang berkaitan dengan memburuknya kualitas udara akibat asap kebakaran” ucapnya.

Ia juga menegaskan, Data tersebut menjadi peringatan bahwa karhutla bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga ancaman nyata bagi kesehatan masyarakat, terutama anak-anak, lansia, dan kelompok rentan lainnya.

“Saya meminta Dinas Kesehatan meningkatkan kesiapsiagaan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan agar mampu memberikan layanan optimal bagi masyarakat yang terdampak” pintanya.

Selain itu, Bupati juga menyoroti potensi munculnya penyakit lain yang berkaitan dengan musim kemarau dan keterbatasan air bersih, termasuk diare dan gangguan kesehatan lainnya.

“Kepada masyarakat, saya terus mengimbau agar menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah dan mengurangi perjalanan ke wilayah yang terdampak asap tebal” harapnya.

Menutup keterangan, Bupati memberikan perhatian khusus terhadap peran pemerintah di tingkat kecamatan dan desa agar para Camat dan Kepala Desa menjadi koordinator utama di wilayah masing-masing.

“Saya dengar ada kades dan camat yang tidak aktif. Ada saat ada Pak Dandim, Bupati, Kapolres baru ada di lapangan. Harus aktif dalam situasi karhutla yang mengkhawatirkan. Kecepatan penanganan di tingkat bawah menjadi faktor penting untuk mencegah meluasnya kebakaran dan meminimalkan dampak yang ditimbulkan” pungkasnya.

Penulis: NikEditor: ANS